DOUBLE LARIAT — Luka Megurine ( Indonesia )

Dlapan puluh lima centi  jarak yg bisa,
diraih oleh tangan ini
jadi jika ku mulai berputar,
kumohon jauhilah diriku ini.

Aku suka beputar putar sperti ini,
tidak mau untuk berhenti..
Aku terus berputar putar sperti ini,
dan ku lupa caranya tuk berhenti.
Teman temanku bisa berputar dan lebih baik dari diriku ini.
“tak berguna” suara keluhanku
sembari aku berpura pura untuk mulai menyerah…

Dua ratus lima puluh centi jarak yg bisa
diraih oleh tangan ini
jadi sekarang jika ku berpindah
kumohon, jauhilah diriku ini.

aku sangatlah senang hanya dengan berputar,
jadi ku tidak mau berhenti
jika aku terus menerus berputar putar,
kupercaya ku pasti akan dibalas
teman temanku bisa berputar dan lebih jauh dari diriku ini.
Karna ku rendahkan tatapanku,
Leherku sakit, lalu ku berpura pura melamun,
lima ribu dua ratus centi jarak yg bisa,
diraih oleh tangan ini.
mulai sekarang, aku kan terbang
kumohon jauhilah diriku ini.

Apa menurutmu?
Jika diriku yg dulu melihatku sekarang. Kan kah dia memuji?
Tetapi diriku mulai pusing dan juga lemah.

Dua puluh empat setengah derajat, yg bisa ku tatap ke rumah rumah di halaman.
Dan ku sadar mereka diwarnai oleh warna
yg blum pernah ku lihat.
Enam ribu tiga ratus kilo jarak yg bisa,
diraih oleh tangan ini

sekarang kubisa melakukannya jadi
ku mohon, jauhilah diriku ini
dlapan puluh lima centi jarak yg bisa
diraih oleh tangan ini,
jika suatu saat, ku lelah karna berputar, saat itulah kumohon ada disisiku.

Advertisements

Twilight Homicide lyrics

image

■ Judul : Twilight Homicide
■Vocaloid : MEIKO
■Produser : Haruka & Michiru
■Story : Membunuh kekasihmu yg selingkuh dan membunuh dirimu sendiri pada akhir ending
■Youtube :

Romaji :

nagaredasu chi de kuchibiru o someta 
eien ni yurusanai wa anata 

yuuguredoki mi o hisomete yubikiri shita ano chikai wa 
tada, kirei de uso kasaneru kanojo ga kowashita no 
koukai shite mo mou osoi no yo datte 
watashi wa sou iu onna na no kore de owari 

gin’iro no ha ga kagayaki o 
mashite genjitsu ga kasumi himei ga kikoeru 
nagaredasu chi de kuchibiru o someta 
eien ni yurusanai wa anata 

yaseta karada shiroi hada o kurenai no shizuku irodori 
ishiki no nai hazu no hitomi utsuro ni yurameita 

koukai shite mo mou modorenai kako ni 
watashi ga koroshita no wa mou hitori no watashi 

dare mo iru hazu no nai heya 
ikizuku yami ga watashi no mune shimetsukeru 
“sayounara” to ima, tsugeru nara 
tsuresatte shimaou nigasanai wa anata 

kagome kagome ushiro no shoumen daare 

koukai shite mo mou osoi no yo datte 
watashi wa sou iu onna na no kore de owari 

gin’iro no ha ga kagayaki o 
mashite kasunda shikai himei ga kikoeru 
nagaredasu chi de kuchibiru o someta 
eien ni watashi no mono anata 

aishite’ru wa

Kanji :

流れ出す 紅 (ち)で唇を染めた 
永遠に許さないわ 貴方 

夕暮れ時 身を潜めて指切りしたあの誓いは 
唯 (ただ)、綺麗で 嘘を重ねる彼女が壊したの 
後悔しても もう遅いのよ 
だって、私はそういう女なの 
此 (こ)れで終焉──終わり── 

銀色の刃が輝きを増して 
現実が 霞 (かす)み 悲鳴が聞こえる 
流れ出す血で唇を染めた 
永遠に許さないわ 貴方 

痩 (や)せた 躰 (からだ) 白い肌を紅の 雫 (しずく)が 彩 (いろど)り 
意識の無いはずの瞳  虚 (うつ)ろに揺らめいた 

後悔しても もう戻れない現世に 
私が殺したのはもう一人の私 

誰もいる筈の無い部屋 
息づく闇が私の胸を締め付ける 
「 左様 (さよう)なら」と今、告げるなら 
連れ去ってしまおう 逃がさないわ 貴方 

籠目 (かごめ) 籠目 後ろの正面  誰彼 (だあれ) 

後悔しても もう遅いのよ 
だって、私はそういう女なの 
此れで終焉──終わり── 

銀色の刃が輝きを増して 
霞 (かす)んだ視界 悲鳴が聞こえる 
流れ出す血で唇を染めた 
永遠に私のもの 貴方 

愛しているわ

Indonesia :

bibirku ternodai oleh merahnya warna darah 
ku takkan maafkanmu, sayangku. 

Saat senja kita buat rahasia janji suci yg terikat oleh kelingking 
perempuan itu, yg ditutupi pembohong, menghancurkan janji suci 
sangat terlambat tuk menyesal 
tapi perempuan macam diriku. 
Ini harus ‘diselesaikan’ sampai akhir 

warna dari pisau perakku semakin bersinar 
kenyataan jadi salah dan hanya jeritan terdengar 
bibirku ternodai oleh merahnya warna darah 
ku takkan maafkanmu, sayangku. 

diatas tubuhku, tetesan darah menodai kulit putihku 
mataku, seakan tak ada dan tanpa akal, seakan kosong 

tidak menyesali apa yg mengingatkanku masa lalu 
yg kubunuh adalah diriku yg lain. 

diruangan dimana seharusnya tak ada siapapun, 
nafas kegelapan mencekiku tepat didadaku. 
Jika kita kan katakan “Slamat tinggal” sekarang, 
akupun kan membawamu bersamaku 
kau tak bisa kabur, sayangku. 

Kagome, kagome. Coba lihat siapa dibelakangmu? 

sangat terlambat tuk menyesal 
tapi perempuan macam diriku. 
Ini harus ‘diselesaikan’ sampai akhir 

warna dari pisau perakku semakin bersinar 
kenyataan jadi salah dan hanya jeritan terdengar 
bibirku ternodai oleh merahnya warna darah 
kau selamanya miliku, sayangku 

kumencintaimu 

image